Duh, miris gw pas baca http://edukasi.kompas.com/read/2011/09/16/20084969/Malu..Fitri.Tak.ke.Sekolah
Disitu terdapat kisah dimana seorang murid yang g mampu untuk membeli pakaian baru dan disetrap. Sampe sini gw masih rancu, ada beberapa hal yg gw bingungin;
Pertama, itu murid disetrap karena seragamnya udah usang ato kumel sehingga g layak pake jadi kelihatan g enak.
Kedua, tahun ajaran baru kali ini sekolah merevisi baju seragamnya sehingga berbeda dari tahun ajaran yang lama.
Baik yang pertama maupun yang kedua, saya pikir itu merupakan masalah yang cukup mengherankan apalagi dana pendidikan telah memakan 20% APBN. Menurut saya, sekolah salayaknya mendata siswa/i yang kurang mampu dan memberikan biaya tunjangan untuk seragam dan buku, mengingat harga seragam saja sudah lebih dari 50rb dan buku2 sekitar 100rb. sedangkan penghasilan keluarganya saja pas2n.
Oleh karena itu, ada dua persoalan penting yang menjadi sorotan saya, pertama ialah pihak sekolah, kedua ialah teman-temannya.
Faktor pertama ini memang sudah masalah yang wajar, biasanya dana pendidikannya terkena ‘cut’ dari atas, sehingga makin turun makin ter’cut’ sehingga dananya menjadi sangat kecil, sehingga pihak sekolah sering kali mencari ‘objek’n berupa uang seragam dll. masalah ini membutuhkan perhatian dari semua pihak, terutama bagi yang terlibat untuk menjaga diri dari perbuatan yang merugikan rakyat kecil, kalau kita sudah susah lalu ingin mengambil ‘jatah’ orang lain, apalagi orang lain yang kesulitan dan ingin menggunakan ‘jatah’nya.
Faktor kedua ini yang patut dipertanyakan dan menjadi pokok sorotan saya. kok bisa seorang siswi malu dateng ke sekolah karena di setrap?? Saya jadi ingat waktu saya smp, saat itu saya lupa bawa topi dan harus berdiri di depan bersama beberapa anak yang lain. Saat itu saya memang merasa malu, tetapi karena teman2 saya menyemangati dan menjadi bahan bercandaan hiburan, setrapan saya hanya menjadi angin lalu.
Persoalan ini mungkin timbul akibat besarnya jurang pemisah antara si kaya dan si miskin, dan efek dari sinetron dimana si kaya berkuasa dan sombong. Ditambah lagi perilaku orang tua si kaya yang tidak pernah mengajarkan tata krama. Saya takut anak bangsa kita seperti kasus di Negeri tirai bambu baru2 ini (baca: kasus anak pejabat di CINA).
Oleh karena itu, saya ingin menghimbau, untuk siapa saja untuk mengajarkan empati, agar orang2 disekeliling kita merasakan kenyamanan. Saya ingin suasana dahulu kembali lagi dimana nilai2 budaya Indonesia masih terjaga. Saya ingat waktu itu saya tidak memiliki mainan mewah2 (robot2n power ranger, tembak2n laser, dll) akan tetapi teman saya yang mampu selalu berbaik hati untuk meminjamkannya. Dimana saya tidak punya ps2, lalu saya sering berkumpul untuk main di rumah teman saya yang kemudian menjadi teman baik saya. Saya ingin menjadi si kaya agar bisa berbagi lebih banyak kepada orang2 seperti Fitri. Semoga anak dan cucu kita semua bisa merasakan sebuah kehidupan bermasyarakat dimana si kaya tidak sombong kepada si miskin, dan si miskin tidak minder untuk bergaul. Mari kawan2 kita tunjukan kalau Indonesia merupakan Negeri berBudaya!! MERDEKA!!
Langkah kaki membawa saya menuju mesjid di belakang rumah yang telah berdiri puluhan tahun. suasana ramadhan tampak dari keramaian jalan yang membawa orang-orang menuju masjid untuk menunaikan sholat tarawih. Entah sudah berapa tahun saya tidak sholat tarawih di mesjid ini.
Saya duduk dibawah kipas angin nomor 3 dari depan dan paling pingging sebelah kanan, tempat favorit saya sewaktu kecil. Seusai menunaikan sholat sunnah, mata saya menerawang jauh keluar mesjid melalui pintu masuk. Terlihat oleh saya seorang kakak yang membetulkan sarung seorang sang adik sambil bersenda gurau. Pemandangan itu membawa saya melamun jauh mengorek-ngorek memori dimasa lampau, memori yang muncul dalam keheningan sesaat.
Terbayang dimana bocah gemuk ingusan menangis karena sarung yang di pakaikan oleh sang ibu lepas, ya, itu saya sewaktu kecil. Bocah 6 tahun yang belum bisa memakai sarung sendiri. Dari kejauhan datang seorang sosok yang menggembirakan, mas Bima - kakak saya - datang membawakan es kue (saya yakin anda pasti ingat) sambil membetulkan sarung saya. Terlihat sosok kecil yang tampak dewasa, ada ketenangan dalam untaian kata mas Bima.
Sapaan Arif dan Al memecah isak tangis saya, mereka mencoba menghibur dengan mengajak jajan di sekeliling mesjid. Inilah salah satu hal yang membuat saya rindu akan bulan Ramadhan. Jajanan berkisar 100-500 rupiah. Ada makaroni goreng (pedas, asin, manis), es kue, cilok, siomay, gulali, martabak kertas, petasan, pempek, pokoknya semua jajanan sewaktu sd ada semua. Itu lah yang membuat kami senang sekali untuk menunaikan sholat tarawih (maklum, anak kecil).
Kegirangan tidak berhenti sampai disitu, saat khotib ber khotbah, kami sibuk berlarian bermain kejar-kejaran, bermain ninja-ninjaan (pake sarung), selepetan (pake sarung lagi), berteriak nama2 jurus digimon sambil menirukannya, dan banyak hal konyol lainnya, bahkan kami sempat kejar-kejaran dengan pengurus mesjid karena terlalu berisik.
“ALLAHUAKBAR ALLAHUAKBAR…”
Suara adzan berkumandang, memecah lamunan dalam keheningan. Ya, masa kecil memang bahagia, kebahagiaan itulah yang bisa membuat kita tersenyum-senyum sendiri ketika memikirkan tingkah laku konyol kita saat masa kecil. oleh karena itu, jangan melupakan masa lalu, karena merupakan bekal untuk masa depan yang lebih baik. Pengalaman ialah guru yang paling berharga.
ini ceritaku, mana ceritamu?
Have you watched this movie?
This movie is freak’n awesome. This movie can be motivate someone to invent a drugs like this. But honestly, it show that if we could use all of the brain, we would be incredible. So, how to have a brain like that?
Like an engine that need fuel, our brain need enough nutrition to work. Nutrition carried by blood, so, we need enough blood supply. I suggest to consume cod-liver oil that can increase brain activation, accelerate blood circulation, and improving memory and concentration.
Play a puzzle game. it seems simple but trust me it keep your brain in best condition. Try to play a simple game like jigsaw puzzle, tetris, sudoku, crossword, hangman, rubiks regularly to make your brain work optimally
Learn somethi ng ne w, something that you never do. Like learn foreign languages, boxing, climbing the tree, making doll, and every activities that you need to learn first. Scientist believe that learning something would increase brain capacity
that’s all
Detik waktu,isyaratkan namamu..
mengalir merdu,mengiringi setiap detak jantungku..
Adakah engkau tahu,betapa di sini aku sangat merindukanmu..
dan berharap dirimu,juga mengalami hal yang sama seperti aku..
untaian kasih ini terlalu panjang jika ku ungkapkan..
buaian cinta ini terlalu rumit jika kuutarakan..
bersamamu sayang, segalanya terciptakan..
bersamamu sayang, kasih ini selalu tersampaikan..
raihlah rinduku dalam genggam tanganmu..
bawalah cinta ini yang mungkin akan menjadi hal baru dalam hidupmu..
Duren itu bisa bikin orang mabok, kenapa:
Meskipun demikian, karena rasanyanikmat, jadi ya apa boleh buat, bodo amatlah ama orang laen..
:p
menahan buang air
menahan nafsu
menahan emosi
menahan untuk tidak larut di masa lalu
menahan mobil saat tanjakan
dan masih banyaaaaaak hal lagi..
tapi yang paling berat ialah
menahan untuk berkomunikasi dengan orang yang kita sayangi
kenapa mesti dibatasi?
ya karena kita sayang lah..
Aku disampingmu
c g am
kulihat engkau diam
g f
larut hening dalam
c g
sepi hatimu
c g am
ku tahu engkau lelah
g f
berat tuk melangkah
c g
ke mana arahmu
reff:
c g
tenanglah tenang
am g
aku di sampingmu
f c g
slalu ada menjagamu
c g
tenang lah tenang
am g
aku di sisimu
f c g
slalu ada menuntun mu
c g am
pejamkan matamu jangan pernah
g f
ragu untuk
c g
melangkah
c g am
raihlah semua
g f
angan dan mimpimu
c g
inilah waktumu
c g am
sandarkanlah kepalamu
g f
di bahuku
c g
menangislah
reff 2x